Potensi Wisata Di Pamah Semelir

Pamah dalam bahasa karo berarti cekungan atau lembah. Ya, setiap kawasan yang berada dicekungan atau lembah lazim diberi nama Pamah oleh orang karo.  Demikan pula dengan Pamah Semelir letaknya berada pada cekungan bukit barisan sekaligus bersebelahan dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Nama Pamah Semelir belakangan ini cukup akrab ditelinga. Pasalnya geliat pariwisata sedang tinggi-tingginya. Puncak-puncak bukit mulai dirambah oleh para investor yang membelinya dari masyarakat setempat, untuk kemudian dibangun penatapan dan spot-spot unik  dan menarik. Pohon-pohon di puncak bukit disulap menjadi selfie area yang tentu sangat memanjakan para pecinta selfie. Tidak hanya sekedar berfoto, tersedia juga bangku dan meja kecil bagi para pengunjung yang ingin bersantai menikmati segelas kopi hangat. Sejuknya udara dan indahnya hamparan bukit barisan merupakan icon utama pariwisata di Pamah Semelir.


Pesona lain dilokasi ini tentu saja Gunung Semelir yang memiliki ketinggian sekitar 1.745 M dpl. Konturnya berbukit dengan tumbuhan-tumbuhan khas hujan hutan tropis. Jika beruntung, para pengunjung bisa menyaksikan berbagai fauna-fauna yang langka seperti orang hutan, burung murai, hingga harimau Sumatera. Disamping itu juga terdapat potensi lain berupa gua, air terjun dan sumber air panas. Masyarakat sekitar mayoritas merupakan petani dengan komoditi unggulan tanaman kopi. Selain itu juga terdapat kolam ikan maupun kolam buatan yang luasnya hampir seperti waduk. Lokasi ini sering dikunjungi wisatawan yang datang ke Pamah Semelir, karena selain pemandangannya bagus juga bisa dijadikan opsi untuk tempat ngecamp.

Secara administratif Pamah Semelir merupakan bagian dari Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat. Penduduk mayoritas suku karo dan letaknya kurang lebih 65 Km dari Kota Medan. Dengan kondisi jalan yang relatif baik, waktu tempuh bisa dicapai dengan 2 jam 30 Menit. Rute jalan yang dilalui sama seperti menuju objek wisata Pelaruga yang kebetulan sudah lebih dulu hits. Jalur ini bisa menghubungkan antara Kabupaten Langkat dan Tanah karo melalui lau kawar yang persis berada di kaki sinabung. Namun kondisi jalan berbatu dan menanjak, sangat riskan untuk dilalui, terlebih ketika hujan sedang mengguyur. Menurut penuturan masyarakat setempat, jalan rusak itu panjangnya kurang lebih sekitar 3,6 Km. Sisanya sudah beraspal mulus hingga Kota Berastagi.

Pemerintah berencana membangun akses jalan aspal dilokasi tersebut, sebagai salah satu jalur evakuasi pengungsi sinabung. Dengan terbukanya akses itu, peluang Pamah Semelir untuk menjadi salah satu objek wisata potensial tentu sangat besar. Kondisi yang tentu menarik minat para investor untuk merambah puncak-puncak bukit untuk kemudian dijadikan destinasi wisata yang menyajikan hamparan bukit barisan plus taman nasional Gunung Leuser.

Sampai sekarang setidaknya sudah ada tiga bukit (Rumah Pohon, Puncak Aqui, Adem) yang dijadikan lokasi penatapan. Jika objek wisata di desa tetangga (Rumah Galuh dengan Air Terjun Pelaruga-nya) masih dikelola oleh masyarakat lokal secara mandiri, beda hal dengan Pamah Semelir. Minimnya modal dan keberanian untuk berinvestasi di bidang pariwisata menyebabkan mereka lebih memilih mengundang pihak ketiga untuk mengelolanya. 

Saya hanya berharap, bergeliatnya industri pariwisata juga memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan penduduk lokal. Kita tentu tidak menginginkan masyarakat Lokal hanya sekedar jadi penonton atau bekerja mengutip uang parkir dan biaya keamanan ditanah nenek moyangnya.
Potensi Wisata Di Pamah Semelir Potensi Wisata Di Pamah Semelir Reviewed by Amin Multazam on 11:11 PM Rating: 5

2 comments:

  1. Apakah lokasi Rumah Pohon Habitat Pamah Semelir dekat dengan kolam pamah semelir?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, jaraknya tidak terlalu jauh.. masih di areal tersebut

      Delete

Powered by Blogger.