Kebun Teh Sidamanik: Kisah Perkebunan Teh Pertama Di Luar Pulau Jawa

Kebun Teh Sidamanik
Sejak era kolonial, Sumatera Timur merupakan wilayah perkebunan potensial. Selain tembakau yang mahsyur, salah satu komoditas andalan berkualitas ekspor adalah teh. Melalui Nederland Hand Maskapai (NV.NHM) pada tahun 1917 perkebunan teh di wilayah Simalungun mulai dibuka, sekaligus merupakan perkebunan teh pertama di luar pulau jawa. Hadirnya perkebunan menyebabkan didatangkannya Orang Jawa, India/Tamil, China, Toba, yang bersama masyarakat setempat dijadikan buruh-buruh pekebunan oleh Pemerintah Hindia  Belanda. Ya, Kebun Teh Sidamanik merupakan bagian yang integral dari bagaimana sistem Cultuurstelsel berjalan

Pasca kemerdekaan, Pemerintah Indonesia pada tahun 1957 mulai melakukan pengambil alihan perusahaan/nasionalisasi perusahaan asing, termasuk Nederland Hand Maskapai. Perkebunan Teh Sidamanik kemudian bernaung dibawah pengelolaan Perusahaan Aneka Tanaman IV (ANTAN-IV) yang selanjutnya menjadi Perusahaan Negara Perkebunan VIII (PNP VIII) dan kemudian dileburkan bersama PNP VI,VII menjadi PTPN IV.

Sejak dikelola PTPN IV, dulunya terdapat  5 kawasan yang dijadikan perkebunan dan pengolahan komoditi teh, yaitu perkebunan teh Marjandi, Bah-Birong Ulu, Sidamanik, Bah Butong dan Tobasari. Namun sejak tahun 2006, kebijakan pengkonversian tanaman teh menjadi perkebunan kelapa sawit telah dilakukan oleh 2 kebun, yaitu Marjandi dan Bah-Birong Ulu. Ada beberapa alasan mengapa hal tersebut dilakukan. Pertama, krisis keuangan pada perusahaan perkebunan teh yang terjadi akibat turunnya harga pokok teh di pasaran Dunia, Kedua, persaingan dengan produk komoditi teh dari negara lain, seperti China, India dan Vietnam. Tanaman teh yang ada di Simalungun ini sebagian besar masih merupakan tanaman lama peninggalan Belanda, oleh karena itu kwalitas komoditi teh dari Simalungun sulit untuk bersaing di pasar Internasional. Ya, mengkonversi dari teh menjadi sawit dianggap lebih menguntungkan secara ekonomi. Artinya, PTPN IV tinggal memiliki tiga kebun yang terus memproduksi teh, yakni kebun Sidamanik, Bah Butong dan Tobasari yang luas arealnya sekitar 6.373,29 Ha. Ketiganya terletak di Kecamatan Sidamanik dan Pematang Sidamanik dengan ketinggian 800-1.100 meter di atas permukaan laut.

Selain soal sejarah, perkebunan Teh Sidamanik juga kerap dijadikan salah satu destinasi wisata oleh para wisatawan yang akan/sudah berkunjung ke/dari Danau Toba. Udaranya yang segar dengan pemandangan asri menjadi daya tarik tersendiri. Di selatan terlihat Pegunungan Dolok Simanuk-manuk, sebelah utara mengintip Dolok Simbolon sedangkan diarah barat akan terlihat Pegunungan Simarjarunjung yang tepat berada dibalik Danau Toba. Dengan jarak tempuh sekitar 30 Km dari Pematang Siantar atau sekitar 160 Km dari Kota Medan, Kebun teh sidamanik sangat potensial dikembangkan menjadi kawasan Agrowisata di Sumatera Utara.
Kebun Teh Sidamanik: Kisah Perkebunan Teh Pertama Di Luar Pulau Jawa Kebun Teh Sidamanik: Kisah Perkebunan Teh Pertama Di Luar Pulau Jawa Reviewed by Amin Multazam on 9:13 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.