Bukit Gajah Bobok: Menikmati Gugusan Bintang Dan Belaian Angin



Padatnya aktivitas kegiatan sehari-hari terkadang menimbulkan keinginan untuk menepi sejenak dari hingar bingar kota dan segala problemnya. Ketepatan, saat membuka media sosial, saya menemukan sebuah destinasi wisata yang tergolong baru dan bernama unik. Ya, namanya Bukit Gajah Bobok. Entah atas dasar apa bukit ini diberi nama demikian, saya tidak tau pasti dan tak pula coba menebak-nebak. lagi pula saya bukan kakek segala tau, yang dengan menguncang-guncang kaleng rombengnya bisa tau tentang apapun. sebelum melebar lebih jauh kesana kemari, mari kembali bercerita soal bukit Gajah Bobok. 
Bersama tiga orang rekan yang berhasrat sama (pengen liburan) kami memutuskan untuk 'menepi' disana. Sehari sebelum keberangkatan proses persiapan segala perlengkapan camping dilakukan. Seperti menyiapkan tenda dome, matras, jaket, kompor, dan tentu saja bahan-bahan logistik. Bermodalkan informasi minim yang di dapat dari artikel blog internet, kami menuju lokasi dengan menggunakan sepeda motor.
Akses Menuju Lokasi
Rute yang dilalui untuk mencapai Bukit Gajah Bobok adalah Medan - Pancur Batu – Berastagi – Kabanjahe – Merek. Sesampainya di pertigaan Merek, pilih jalan menuju Sidikalang. Tidak jauh dari sana (sekitar 8 km) tepatnya sebelum Gerbang Simalem Resort, terdapat plang bertuliskan selamat datang dibukit Gajah Bobok. Ups, tunggu dulu. Sampai disini, barulah anda menemukan sensasi berwisata mendaki puncak. Bagi penggemar hiking, perjalanan bisa dilalui dari titik ini. Kami yang saat itu 'hanya' berniat cari ketenangan tentu saja tidak memilih berjalan kaki. Sepeda motor pun dipacu semaksimal mungkin melewati jalan berbatu dan menanjak lumayan ekstrem.
Kelelahan selama perjalanan kurang lebih 4 jam dari kota Medan langsung terbayar lunas saat sampai di puncak bukit. Saat itu hari sudah malam, sekitar pukul 09.00 WIB. Cuaca begitu cerah sehingga ribuan gemintang bersinar terang. Kami segera mendirikan tenda dan bergegas memasak untuk mengisi perut yang mulai keroncongan. Kopi hangat dan lantunan suara gitar dari tenda sebelah menemani syahdunya malam. Bukit Gajah Bobo memang tempat yang recomended untuk menepi dari riuhnya kota. Memandang indahnya bintang gemintang mahakarya Tuhan YME ditemani belaian angin yang semakin genit menusuk tulang.


Sunrise, Danau Toba dan Puncak-Puncak Tertingi
Pagi hari, dikala matahari mulai terlihat di ufuk timur, kami bergegas bangun untuk menyaksikan matahari terbit. Posisi terbaik untuk melihat sunrise adalah puncak bukit yang bisa ditempuh berjalan kaki sekitar 10 menit-an. Sesungguhnya, tidak hanya sunrise yang dapat dilihat dari titik ini, sunset juga bisa dinikmati saat senja tiba. Disana kita dapat duduk ditepian bukit sambil memandang indahnya Danau Toba. Banyak juga yang asik berselfie ria bersama teman maupun pasangan. Sungguh indah, hehehe..
Bukit Gajah Bobok adalah tempat spesial, dari sini kita dapat menyaksian panorama Danau Toba dan berbagai puncak-puncak tertinggi di Sumatera Utara. Terdekat adalah Gunung Sibuatan. Memutar arah pandang sedikit, Gunung Sinabung yang mudah ditandai karna menyembulkan debu diatas puncaknya terlihat bagikan berdiri beriringan dengan Gunung Sibayak. Bukit Gundul berada persis bersebelahan dengan Bukit Gajah Bobok, dibelakangnya mengintip Gunung Seribu Dolok. Bahkan nanjauh diarah perairan Danau Toba, terlihat Gunung Pusuk Buhit menyembul dari sisi permukaan perbukitan khas Danau Toba. Hamparan danau terbesar di asia tenggara membentang indah dengan berbagai perkampunga seperti Tongging dan Silalahi yang menghiasi sisi-sisinya.
Hembusan angin membuat perut terasa cepat lapar. Sekitar pukul 07.30 WIB Kami kembali ke tenda dan memasak bahan-bahan logistik yang tersisa. Selesai makan dan menyeduh teh manis hangat, rasa kantuk kembali datang. Tempat terbaik untuk tidur yakni dengan menggunakan hammocks yang dipasang diantara pepohonan di tepian bukit. Luar biasa, sungguh tidur yang menyengkan. Sekitar pukul 12.00, matahari mulai terasa terik membakar kulit. Kami segera berkemas-kemas untuk bergegas kembali ke aktifitas hingar Kota Medan. Tentu saja tidak lupa membersihkan segala jenis sampah yang kami hasilkan. Catatan penting bagi siapapun yang ingin menikmati ketenangan, keindahan dan keasrian Gajah Bobok, sampah wajib dibawa pulang!


Bukit Gajah Bobok: Menikmati Gugusan Bintang Dan Belaian Angin Bukit Gajah Bobok: Menikmati Gugusan Bintang Dan Belaian Angin Reviewed by Amin Multazam on 12:03 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.