Pulo Brayan Bengkel, Kawasan Kota Tua Yang Terlupakan


Pulo Brayan Bengkel merupakan kawasan kota tua yang hampir hilang dimakan zaman. Saat ini hanya tersisa bangunan-bangunan peninggalan kolonial yang nyaris hancur tak terawat, begitupula dengan gudang-gudang tua milik perkeretaapian yang semakin menegaskan ketidak terurusan kawasan penuh sejarah ini.

Kawasan Pulo Brayan Bengkel memiliki kompleks villa tua bergaya eropa eks perusahaan kereta api (Deli Spoorweg Maatschapij atau DSM). Kawasan tersebut sekarang dinamai jalan Bundar karena lokasi pemukimannya yang melingkar. Kompleks ini merupakan lokasi dimana selama masa pendudukan Jepang orang-orang Eropa ditaruh di kamp konsentrasi.

Komplek Villa Peninggalan Deli Spoorweg Maatschapij

Selain kompleks villa tua, Brayan Bengkel juga memiliki bangunan penampung air peninggalan belanda yang sayangnya juga tidak terawat. Hanya tinggal stasiun KA dan bengkel kereta api peninggalan kolonial yang sedikit banyak menjaga ruh brayan bengkel sebagai kota tua

Bengkel Kereta Api 
Tower Air Peninggalan Belanda
Stasiun kereta Api Pulu Brayan merupakan stasiun kereta api yang terletak di Pulo Brayan Bengkel, Medan Timur, Medan. Stasiun ini didirikan bersama beberapa stasiun lain yakni: Gloegoer, Mabar, TitiPapan, KampoengBesar, Laboen, Belawan, Pasr Belawan, dan Pelabuhan Belawan guna melancarkan arus perdagangan dan pengangkutan hasil perkebunan saat itu.

Stasiun KA Pulu Brayan
Sebagaiman diketahui, Jalur kereta api pertama yang dibangun adalah Jalur Medan-Labuhan sepanjang 17 kilometer. Pembangunan ini memakan waktu dua tahun. Tahun 1885, jalur ini resmi digunakan.Hotel de vink milik Belanda dijadikan stasiun pertama. Letaknya tepat dipusat kota Medan di depan lapangan Merdeka atau sekarang kita kenal dengan Stasiun Kereta Api Medan (M.A Loderich E.A, Medan beeld Van en Stad).

Stasiun Pulu Brayan saat ini berada dalam Divisi Regional I Sumatera Utara dan Aceh. Kompleks stasiun ini memiliki sebuah rumah sinyal yang masih dipakai sampai sekarang. Setiap harinya stasiun ini melayani sekitar 16 kali dinasan kereta CPO dan BBM, dan empat kali dinasan kereta komuter Sri Lelawangsa . Stasiun ini juga merupakan stasiun pengisian kurs pupuk yang akan dibawa sampai ke Rantau Prapat.

Ketika sore hari, gerbong-gerbong kereta yang parkir dilajur rel kereta api ramai dikunjungi masyarakat sebagai tempat bermain dan rekreasi ala kadarnya. Masyarakat yang kebanyakan merupakan warga setempat menghabiskan waktu diatas gerbong kereta sembari menanti matahari terbenam. Lokasi ini juga tak jarang dijadikan para fotografer sebagai objek foto.


Dalam aspek historis, selain kaya bangunan peninggalan kolonial belanda, kawasan Pulo Brayan sesungguhnya amat vital bagi perkembangan Kota Medan. Konon Guru Patimpus (pendiri Kota Medan) menikahi seorang putri dari Raja Pulo Brayan. Disanalah mereka menetap untuk kemudian membuka perkampungan demi perkampungan yang kemudian dikenal sebagai kota Medan sekarang.

Namun inilah medan. Jangankan Pulo Brayan Bengkel, Kawasan kesawan yang letaknya persis di jantung kota dan pusat peradaban kota saja tidak terkelola dengan benar.
Pulo Brayan Bengkel, Kawasan Kota Tua Yang Terlupakan Pulo Brayan Bengkel, Kawasan Kota Tua Yang Terlupakan Reviewed by Amin Multazam on 7:34 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.