Namu Belanga, The Hidden Paradise


Tidak ada yang menyangka bahwa terdapat fenomena alam menakjubkan dibalik perladangan milik masyarakat disalah satu Kecamatan Kabupaten Langkat ini. Selain berjalan menyusuri perladangan, anda juga akan dibawa menuruni celah jurang terjal untuk kemudian menyusuri aliran air sungai untuk dapat menemukannya. Namun jangan khawatir, beratnya medan yang dilalui pasti terbayar dengan menyaksikan keindahan alam berupa air tejun plus kolam bentukan alam ber arij jernih. Tak berlebihan menyebutnya sebagai sebuah surga yang tersembunyi.

Lokasi ini memiliki beberapa nama, masyarakat setempat akrab menyebutnya dengan Air Terjun Siluman, sekaligus Namu Belanga. Kedua nama memiliki arti dan makna yang berbeda. Masing-masing juga memiliki cerita tersendiri mengapa dinamakan berbeda. Disebut sebagai Air Tejun Siluman dikarenakan volume air terjun ini tidak dapat diprediksi dan terus berubah-ubah. Kendati saat musim hujan sekalipun, bisa saja debit airnya minim. Oleh sebab itu, kolam alamnya pun berair dangkal. Ketidakpastian atas debit air tersebut menyebabkan masyarakat menamainya sebagai Air Terjun Siluman. Untuk Namu Belanga, sebenarnya nama ini baru akrab dipakai sekitar bulan Agustus 2014. Berawal dari terjadi kesalah pahaman atas penyebutan nama. Ceritanya dimulai dari salah satu pengunjung yang memposting tulisan mengenai air terjun ini kedalam blog pribadinya dengan nama Namu Belanga.

Padahal sebenarnya, masyarakat mengenal Namu Belanga merupakan sebuah tempat yang berada 15 menit lagi dari lokasi air terjun. Disana terdapat sebuah lubuk (namo) berbentuk kuali (belanga) yang memang masih satu aliran dari air terjun ini. karena sudah dikenal ke khalayak umum bahwa penyebutan Namu Belanga adalah untuk air terjun ini, maka masyarakat pun tidak keberatan turut menamai air terjun dengan sebutan Namu Belanga.
Secara administratif, Namu Belanga terletak di Desa Garunggang, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat. Garunggang adalah sebuah desa dengan mayoritas masyarakat suku Karo bermarga Sitepu (Simantek Kuta) yang menjadi titik awal pemberhentian menuju Namo Belanga. Desa ini terletak di jalan besar Binjai – Sei Bingai (arah Namo Ukur) dengan jarak sekitar 35 Km dari pusat Kota Binjai. Di Desa Garunggang, pengunjung yang membawa kendaraan pribadi dapat menitipkannya ke warung-warung terdekat untuk kemudian menyewa jasa pemandu.

Biaya untuk jasa pemandu tergantung kemampuan anda melakukan negosiasi. Satu hal yang pasti, tidak perlu sungkan karena para pemandu yang tidak lain adalah penduduk lokal, relatif ramah dan komunikatif kepada para pengunjung. Perjalanan dari Desa Garunggang menuju lokasi Namu Belanga memakan waktu kurang lebih satu setengah jam dengan berjalan kaki 



Diawal perjalanan anda akan melalui medan berupa tanah liat berlumpur dengan tanaman sawit di kiri dan kanan jalan. Kurang lebih sekitar 2 Km anda harus menyusurinya sampai melewati sebuah desa bernama Pinang Mulo. Medan berikut adalah jalanan terjal menuruni lereng jurang. Masyarakat setempat menyebut jurang ini sebagai Mbang Cende, yang dalam Bahasa Indonesia berarti jurang yang indah. Perjalanan menuruni jurang memakan waktu sekitar 15 menit. Dihimbau bagi anda untuk berhati-hati karena kondisi jalan cukup terjal dan licin. Rute selanjutnya yaitu menyusuri aliran sungai yang terdapat didalam jurang tersebut. kali ini anda harus sedikit mendaki untuk menemukan sebuah air terjun yang tertahan oleh dinding-dinding bukit sehingga membentuknya sebuah kolam alami dengan air sebening kaca. Ya, itulah Namu Belanga, atau Air Terjun Siluman.

Sebagai sebuah objek wisata yang baru dikenal secara umum, Namu Belanga masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat lokal. Menurut informasi dari masyarakat sekitar, Namu Belanga baru ramai di kunjungi sejak bulan Juni 2014. Oleh karena itu, masyarakat mulai mencoba memperbaiki akses jalan secar swadaya untuk mempermudah para pengunjung menuju lokasi. Pemerintah (dalam hal ini Pemkab Langkat) belum campur tangan dalam mengembangkan wilayah ini sebagai daerah tujuan wisata.

Semakin bertambahnya jumlah pengunjung tentu berdampak positif pada aspek perekonomian warga sekitar. Para pemandu yang saat ini terdata sebanyak 24 orang telah memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan cukup lumayan dari jasa memandu. Masyarakat sekitar berharap, pemerintah ikut peduli dalam mengembangkan lokasi ini sebagai objek wisata. Berbagai sarana dan prasarana harusnya dibangun untuk lebih memudahkan para pengunjung yang tentunya berdampak pada eskalasi pengunjung.


Namu Belanga, The Hidden Paradise Namu Belanga, The Hidden Paradise Reviewed by Amin Multazam on 9:31 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.